Yogyakarta, 24 November 2010
At My Favorite Room “Asrama Mahasiswi Muslimah ‘Pocut Baren’”




Pagi yang cerah, secerah hatiku hari ini, kumenuliskan apa yang ingin kutulis di sini, perasaanku, kegelisahanku, kebahagiaanku, kesedihanku, kerinduanku, apa aja yang ada dalam hatiku terdalam, kuungkapkan semuanya di sini bersama laptop yang sering menemaniku akhir-akhir ini ^^, dengan diiringi lagu-lagu top hits Islami namun tetap gaul dan gak ketinggalan zaman, koleksi “Vidi Aldiano”, “Maher Zain, “Ust.Jeffry Al-Bukhori”, “Sammi Yusuf”, ‘Michael Heart=Gaza”, “Debu”…

---***---

Hmmm… bisa dikatakan aku sekarang terjangkit virus berkelakuan baik namun membahayakan, yakni sang VMJ “Virus Merah Jambu”, yang membuatku sulit memejamkan mata di kala waktu istirahatku tiba, membuatku semangat melakukan aktifitas sekarang ini, membuatkau tampak lebih ringan untuk menebarkan senyum kepada siapapun yang kutemui, membuatku lebih displin dalam menjalani hidup, membuatku tampah lebih terang dalam melihat ke depan, bahkan membuatku bertambah dekat sama Allah. VMJ-ku memang bisa dibilang ini yang keberapa kalinya setelah beberapa waktu silam sempat terjangkit hal yang sama. Namun, jika boleh jujur, VMJ-ku yang sekarang sangatlah berbeda dengan VMJ-VMJ-ku yang tlah lalu. Damai dan menyejukkan di hati serasa air embun yang membasahi tanah lapang yang gersang.

Haduuuh,, memang tidak bisa dipungkiri hati kecil kita pasti akan merasakan yang namanya “CINTA” pada sesuatu, seseorang atau setiap hal yang membuat kita terpikat. Yang kutakutkan adalah ketika VMJ-ku sekarang menjangkit sukmaku, bisa mengalahkanku dalam melabuhkan cintaku kepada Allah dan rasul-Nya, juga tanpa memperhatikan rambu-rambu yang telah digariskan oleh Sang Maha Creator, Allah Subhanahu Wata’ala… Aku hanya mampu berdo’a mudah-mudahan ini adalah sebuah petunjuk yang akupun belum tahu apa yang akan Allah berikan kepadaku. Entah nanti berupa kesedihan, atau justru kebahagiaan bagiku dan orang-orang di sekitarku. Akan kuikuti scenario yang telah Allah susun untukku, bagai air yang mengalir mengikuti arus yang telah ditakdirkan oleh sang Maha Kuasa.

Aku memang tidak bisa munafik untuk hal ini. Jujur, hatiku sedang berbunga-bunga di kala seseorang mengatakan sesuatu padaku, sesuatu yang sempat membuatku melayang sesaat. Yang pada akhirnya aku tersadar bahwa ini adalah rahasia Allah yang belum aku temukan jawabannya sekarang. Apakah ini adalah sebuah anugerah ataukah justru ujian yang sedang menimpaku, hingga aku mampu untuk melawatinya dan lulus dengan predikat “CUMLAUDE”, ijazah sesungguhnya dari Sang Maha Pencipta. Aku hanya tetap mencoba bertahan dengan prinsip ke-Imananku, tetap berpedoman pada hukum-hukum yang telah digariskan oleh Allah untuk seluruh hamba-Nya di muka bumi.

Ketika ‘ia’ datang secara tak terduga, di waktu dan tempat yang tak disangka-sangka, akupun hanya mampu menanggapinya dengan senyum bahagia bak seorang petualang yang telah menemukan teman barunya yang kan ia jadikan sahabat, walau jarak cukup jauh di mata. Memang pada awalnya aku senang dengan kehadirannya sebagai seorang teman yang mampu memberikan ku inspirasi baru, setelah sekian lamanya aku jatuh dalam keputusasaan yang berkepanjangan. Begitu santainya kita berkomunikasi, bercanda, tertawa, tak ada sedikitpun kata-kata serius yang pernah kita lontarkan. Yang ada hanya kalimat-kalimat guyon tidak jelas, serta mode penganiayaan dalam canda tawa yang semakin mewarnai komunikasi kita.

Ia terus hadir dalam setiap menit, detik yang kulalui… Ku hanya menganggap bahwa ini adalah satu langkah baru yang kan kuambil demi mengembalikan kejiwaanku yang sempat hilang tertelan ombak, jauh sekali diri ini hampir terpuruk dalam keputusasaan yang tak beralasan. Akan kujadikan ‘ia’ sebagai sosok Mario Teguh yang kedua untuk terus memberikan cahayanya kepadaku, cahaya yang mampu memotivasiku untuk terus optimis melihat berjuta-juta impian yang bisa aku raih nantinya. Aku tak memandang ‘ia’ sebagai “special someone” yang tiba-tiba hadir dan mengisi hatiku yang sempat kosong bertahun-tahun lamanya. Tidak untuk itu. Karna memang itu kali pertama aku merasa lebih baik dari sebelumnya, sehingga kuputuskan untuk segera kembali ke kota yang sempat menjadikanku dari sosok “Misca” menjadi seorang “Fitri” (mode kecanduan sinetron:on) secara tiba-tiba muncul dalam benakku, dan saat itu juga aku segera memutuskan untuk segera meluncur ke kota yang asri ini. Aku rindu Jogja, kota yang memang membuat hatiku semakin nyaman jika aku tengah menikmati keindahannya yang sangat cultural dan unik dibandingkan dengan kota-kota lain di sekitarnya. Adatnya yang sangat kental, budayanya yang sangat santun serta masyarakat yang begitu ramah, membuat setiap siapapun pasti akan merasakan kenyamanan dan kesejukan jika datang dan tinggal di sini.

(Bersambung…)

Diposting oleh Milania Az-Zahra on Kamis, 02 Desember 2010
categories: edit post

0 komentar

Posting Komentar

About Me

Foto saya
I'm a simple woman... ^_^

Recent Post

Recent Comments

Guestbook (Cuap-cuap)


ShoutMix chat widget