Hari itu adalah hari paling membahagiakan bagi seluruh umat Muslim di dunia, terutama bagi para kaum Dhu’afa yang senantiasa mendapatkan rahmat oleh Allah SWT.
Pagi dini hari seperti biasa, aku terbangun di jam yang kurang tepat, jam 02.00 WIB, terlalu pagi buat diriku yang notabene tiap malam tak akan bisa tidur lebih awal. Alhasil, ketika ku terbangun, hanya 1 yang sempat teringat di dalam memoriku, hingga reflek membuatku melakukan hal yang tak kusengaja… ‘PONSEL’ di sampingku menjadi sasaran empuk tanganku untuk kupijit-pijit… Daaan… “SMS sent…”

Ya, Allah aku ingin ketika diri ini terbangun hanya nama-Mu yang selalu kuingat, hanya kebesaran-Mu yang ingin selalu kurenungkan sehingga tak lupa ku mengucapkan TAKBIR dan TASBIH atas-Mu, hanya Rahmat dan karunia-Mu yang ingin selalu kuingat dan kutanamkan dalam hati ini, sehingga ketika kuterbangun bibir ini spontan mengucapkan TAHMID atas-Mu. Biarlah yang lain mengikuti alur yang Engkau skenariokan untuk Hamba-Mu ini, sehinnga Hamba hanya akan menempatkan Engkau setinggi-tingginya derajat yang kucinta, setelah itu Rasululloh shollalloohu ‘Alaihi Wasallam kekasih Engkau Ya Allah…

Ketika diri ini tersadar bahwa jam masih menunjukkan pukul 02.00 dini hari, dan ternyata mata ini juga masih sulit untuk digerakkan ke atas, maka saat itu pula aku kembali tersungkur dan terlelap dalam mimpi indah…

Hingga pada akhirnya… waktu telah menunjukkan pukul 03.00 dini hari… Alhamdulillah mata ini lumayan bisa diajak untuk berkompromi… Dan ia pun menuruti perintah dari syaraf otakku untuk senantiasa bangun di kala waktu yang sangat dianjurkan kepada kita semua untuk sesegera mungkin tersadar dari lelapnya tidur yang melenakan… Segera kuraih air suci untuk menyegarkan wajahku yang telah kusam-kusut tak beraturan ini… Daan saat itu pula aku merasa lebih segar dari sebelumnya…

Tatkala itu langsung kuraih notebook yang ada di depanku, aku memulai beraktifitas di pagi hari sembari mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang tersimpan di dalam harddisk serta menikmati indahnya lantunan TAKBIR yang kala itu dikumandangkan masyarakat berkenaan dengan datangnya hari raya ‘Idul Adha 1431 H. Tapi, lagi-lagi spontan ku hanya teringat facebook yang belum lama ini sedang melanda diriku… Alhasil, kunyalakan wi-fi, saatnya kuberkutat di dunia maya… Hmmm…hal ini hampir melenakan diriku hingga tak sadar aku telah terbuai dengannya sampai pagi cerah menyambut sukmaku.

Setelah aku terbosan dengan aktifitas di dunia maya, aku pun segera membersihkan diri, karna pagi itu aku harus bisa mengikuti ceramah ‘KHUTBAH’ ‘Idul Adha bersama kawan seperjuanganku di Staduin Maguwo Harjo, Sleman, Yogyakarta. Karna memang kebetulan pagi itu Sri Sultan Hamengkubuono ke X hadir dalam sholat ‘Id yang diselenggarakan oleh para panitia bagi para pengungsi korban bencana Merapi dan warga sekitar yang ingin mengikuti sholat ‘Idul Adha di sana.

Walau aku hanya bisa mendengarkan ceramah ‘KHUTBAH’ tanpa bisa mengikuti jama’ah sholat ‘Idul Adha, namun diri ini bisa merasakan kebersamaan dalam persaudaraan seluruh umat Muslim yang tengah berkumpul bersama dalam menunaikan sholat yang hanya bisa dilaksanakan sekali dalam setahun… Dan, ini adalah kali pertama aku menyaksikan secara langsung prosesi sholat berjam’ah di tengah keadaan yang serba memprihatinkan pasca letusan Merapi beberapa hari silam… Namun, yang kulihat banyak senyum yang mengembang pada diri masyarakat walaupun mereka sedang berada di tengah-tengah pengungsian yang sudah mereka lalui lebih dari 2 pekan ini.

Aku dan teman-temanku hanya bisa duduk berjajar di belakang, menikmati keindahan suasana pagi itu. Hmmm… sambil poto-poto, akhirnya penantian untuk mendengarkan khutbah ‘Idul Adha datang sudah… Yach, walaupun materi yang disampaikan adalah hasil ketikan Ms.Word yang dibaca Khotib di depan para jama’ah, dan yang pasti membosankan dan bikin ngantuuuuk… yang pada akhirnya aku justru membaca buku tanpa mendengarkan sang Khotib berKhutbah…hehehe…

Dan ketika Khutbah usai, tak lupa sang Khotib membacakan do’a kepada kita semua, spontan lafadz ‘AAMIIN…AAMIIN…AAMIIN…’ kita ucapkan. Daan, akhirnya usai sudah prosesi sholat ‘Idul Adha berjama’ah dan ceramah Khutbah riyaya pagi itu. Tiba akhirnya semua jama’ah meninggalkan tempat untuk menuju rumah masing-masing bagi warga sekitar, dan menuju ke tempat pengungsian bagi warga yang pada saat itu masih berstatus sebagai pengungsi korban Merapi.

SPONTAN “Jeprat-jepret..Jeprat-Jepret”, para cameraman ‘atau’ PAPARAZI mengabadikan moment di kala Sri Sultan hamengkubuono X berjalan menuju mobil pribadi *atau mobil dinas???* dan SPONTAN pula para wartawan mengerubungi untuk segera mendapatkan suara beliau dalam rekaman yang sudah jauh-jauh jam dipersiapkan itu.
Daaan…. Akhirnyaaaaa…. **gitu aja dulu yach…dah capek…**

Diposting oleh Milania Az-Zahra on Selasa, 30 November 2010
categories: edit post

0 komentar

Posting Komentar

About Me

Foto saya
I'm a simple woman... ^_^

Recent Post

Recent Comments

Guestbook (Cuap-cuap)


ShoutMix chat widget